Dalam tulisannya di Kompas.com Pak Hermawan Kertajaya menyampaikan bahwa “Promotion is Conversation". Ini artinya saat ini sudah tidak cukup lagi promosi satu arah antara penjual dengan calon pembeli. Pembeli yang semakin cerdas tentu saja tidak cukup hanya mendapatkan satu sumber informasi saja dalam menentukan pembelian produk. Interconnectivity dalam genggaman, saat ini memungkinkan orang untuk terhubung dengan banyak sumber informasi yang memungkinkannya melakukan percakapan dalam rangka mengumpulkan informasi yang relevan tentang produk yang akan dibelinya. Dalam percakapan-percakapan inilah orang nantinya akan mendapatkan informasi dan referensi yang cukup dalam buying decision-nya.
Minggu lalu baru saja digelar pesta mode Indonesia, Jakarta Fashion Week 09/10. Event ini diselenggarakan oleh Femina Group bekerja sama dengan Pemda DKI Jakarta. Dalam rangka menciptakan percakapan inilah, pada tahun ini Femina Group melalui Readers’ Digest Indonesia, mengikutsertakan media blog dalam komunikasinya. RDI mengadakan lomba blog, dimana pesertanya dapat menghadiri acara-acara Jakarta Fashion Week 09/10 yaitu peragaan busana para perancang Indonesia dan para peserta lomba perancang busana, peragaan produk-produk dari industri pendukung seperti perhiasan, make up, sepatu dan pewarna rambut. Peserta lomba blog ini dapat masuk ke arena acara dengan pass khusus sehingga memungkinkan para blogger mendapatkan experience dan membagi experience tersebut melalui blognya selama acara berlangsung, posting para peserta blog akan dinilai berdasarkan seringnya posting, isi posting dan adanya keterkaitan dengan situs-situs pendukung dalam blognya.
Kebanyakan dari blogger ini aktif di social media dan tentu saja ini berarti percakapan tentang event Jakarta Fashion Week ini tidak hanya terjadi di blog mereka tetapi juga merambah ke media lain seperti Facebook dan Twitter. Ini berarti cakupan percakapan mengenai event ini akan semakin meluas, memungkinkan event ini mencapai kalangan yang dituju seperti buyer baik dari dalam dan luar negeri dan para fashionista dan pencinta mode.
Berdasarkan pemikiran dari Lois Kelly, ada sembilan elemen dari conversation ideas, yaitu aspirasi dan kepercayaan (aspiration), pertempuran kecil lawan besar (David vs Goliath), trend, kegelisahan (anxieties), contrarian, kepribadian dan cerita pribadi (personalities), cara dan nasehat untuk melakukan sesuatu (How-To), kisah glamor (Glitz and Glam), dan terakhir acara-acara yang sifatnya musiman (Seasonal Event).
Jakarta Fashion Week sebagai acara tahunan telah berhasil memanfaatkan blog, social media and micro blogging sebagai salah satu cara untuk menciptakan percakapan.
Tentu saja para pelaku bisnis di berbagai industri dapat pula menggali ide-ide kreatif untuk memanfaat media-media ini dalam usahanya untuk dapat bercakap-cakap dengan konsumennya
Posting ini merupakan keikutsertaan sebagai salah satu Bloggers @ MarkPlus Conference 2010 dan juga merupakan tanggapan atas artikel “Promotion is Conversation” New Wave Marketing pada Kompas.com